Hanyalah catatan kecil saya

Sebuah catatan kecil saya yang saya tulis dengan, barang kali bisa bermanfaat

Kisah yang mengandung suri tauladan

Sebuah kisah bagi kita yang memiliki nilai yang indah yang bisa kita ambil suri tauladan di dalamnya

Membuka cakrawala Berfikir

Dengan ide cemerlang terbukalah lembaran hidup baru dengan penuh semangat dan harapan baru

Mohon Koreksinya Bila Ada yang Salah, Saya Hanyalah Manusia Biasa

Jangan Pernah takut, Mencoba Adalah Pengalaman

Jangan Pernah takut, Mencoba Adalah Pengalaman, ya..... Inilah yang akan coba saya uraikan sebisa mungkin.

Tentunya anda pernah mendengar sebuah peribahasa jawa yang berbunyi "kalah cacak, menang cacak, kalah menang podo cacak" yang artinya "merasa kalah di coba dulu, merasa menang di coba dulu, merasa kalah atau merasa menang, keduanya di coba dulu" (jangan-jangan setelah merasa menang, ternyata pada kenyataannya kalah, begitu pula sebaliknya, udah merasa kalah, begitu dicoba ternyata menang)

Peribahasa ini memberikan indikasi bahwa HASIL dari sesuatu terlihat setelah di adakan UJI COBA, baik sekali coba atau setelah berkali-kali uji coba.

Kadang kala kita merasa hasil (bisa berupa laba, keuntungan, kemenangan) sudah di depan mata dengan sebuah analisis yang panjang, tapi setelah di coba ternyata gagal total.

Kadang kala kita merasa hasil sudah tidak bisa di harapkan lagi, itu setelah di adakan sebuah analisa otak dan perhitungan yang panjang, dan kita langsung meninggalkan dan tak pernah terjun langsung untuk mencoba, yang pasti, kita tidak tau apa hasil sesungguhnya setelah di laksanakan……

Dalam al-Qur'an telah di sebutkan:

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa urusan hasil adalah urusan Allah, sedangkan manusia bukan penentu dari hasil itu sendiri….

Saya tegaskan lagi "HASIL adalah Hak PREROGATIVE Allah, sedangkan manusia dan segala upayanya bukan PENENTU HASIL".


Tugas kita hanya melaksanakan program, bukan menentukan hasil program.

Oke….. yang menjadi inti pada bahasan ini adalah bukan tentang masalah hasilnya bagaimana dan bagaimana, tapi pembahasan kali ini lebih kepada sikap awal kita menghadapi sebuah masalah atau peluang yang muncul di hadapan kita.

Oke…. Pada dasarnya, kita tidak akan mengetahui sebuah hasil dari sesuatu itu sebelum di adakan uji coba atau dengan kata lain, di coba dulu untuk mengetahui hasil dari sesuatu.

Ada sebuah pepatah mengatakan: Tidak tahu, belajarlah. Tidak bisa, bersungguh-sungguhlah. MUSTAHIL, COBALAH.

Eits…. Sebelumnya saya tegaskan, bahwa antara MENCOBA dan COBA-COBA itu BERBEDA…. Dan disini yang kita bahas adalah mencoba, bukan coba-coba

Trus… apa bedanya antara mencoba dan coba-coba mas bro..??

Yang pasti beda dan perbedaannya sangat tipis sekali Yaitu, kamu mencoba sedikit, dan memprediksi bahwa yang km lakukan keliru atau tidak hasil, lalu km berhenti dan tidak meneruskan, itu namanya coba-coba .

Tapi kalo kamu mencoba, lalu di tengah jalan km gagal dan kamu masih meneruskan dengan berbagai cara sampai yang km lakukan berhasil. itu namanya mencoba bukan coba-coba…

Letak perbedaan dari mencoba dan coba-coba adalah terletak pada SIKAP dan TANGGUNGJAWAB kamu atas apa yang kamu kerjakan.

Itulah yang membedakan antara coba-coba dan mencoba.

Oke…. Ada sebuah syair yang dibuat sebagai bagian dari nadhom yang berbunyi:

لاَ أَقْعُدُ الْجُبْنَ عَنِ الْهَيْجَاءِ# وَلَوْ تَوَالَتْ زُمَرُ الأَعَدَاءِ

"Aku tak akan duduk hanya bertopang dagu (menyerah) karena takut dalam peperangan ini # meskipun segerombolan musuh datang mengepung dari segala arah penjuru"
Ya… itulah gambaran dari seorang pejuang sejati yang tak mau menyerah hanya karena datangnya masalah dari segala penjuru.

Andai kata anda sebagai seorang pelajar atau santri maka nadhom di atas bisa kita pindah artikan menjadi: "aku tak akan duduk hanya bertopang dagu (menyerah) karena tiadanya biaya dalam menuntut ilmu # meskipun himpitan ekonomi keluarga sedang melanda dari segala arah penjuru"
Atau untuk anda yang menjadi seorang Entrepreneur, nadhom semangat di atas bisa dibuat sebagai pedoman, nadhom di atas bisa kita pindah artikan menjadi:

"aku tak akan duduk hanya bertopang dagu karna takut dalam persaingan bisnis # meskipun pesaing-pesaing bisnis mengepung dari segala arah penjuru" dan lain sebagainya…

Hmm…. Luar biasa bukan semangat dari seorang pejuang di atas….

Nadhom di atas memberikan sebuah arti penting yaitu HADAPI, HADAPI, HADAPI, menang kalah, urusan belakang.

Dahulu kala, ketika islam masuk ke daratan Andalusia (spanyol) dengan di pimpin oleh seorang panglima perang Thoriq bin Ziyad dengan membawa 7000 pasukan dan di tambah pasukan susulan sebanyak 5000. jadi kesemuanya berjumlah 12000 melawan pasukan tentara Andalusia yang jumlahnya mencapai 100.000.

Ketika kapal mulai menepi dan berlabuh di pantai dekat bukit. Di bukit inilah Thoriq bin Ziyad mengumandangkan sebuah seruan tentang perang melawan kedholiman raja disana yang waktu itu di pimpin oleh raja Roderick.

Dan ketika itu pula Thoriq bin Ziyad membuat gebrakan yang spektakuler, yaitu dengan membakar seluruh perahu yang mereka tumpangi.

Tak ada pilihan lain yang ditawarkan oleh Thoriq bin Ziad kecuali dua, yaitu "Mundur mati konyol, maju mati syahit".

Itulah pemahaman yang tertanam pada hati tentara muslim kala itu. Dari peristiwa itulah terkenallah sebuah bukit yang bernama jabal thoriq atau dalam bahasa latinnya Gibraltar.

Apa yang terjadi, ternyata keadaan ini membuat semangat juang kaum muslimin pada waktu itu berkobar. Mereka bertempur sedemikian sengit hingga mampu mengalahkan pasukan tentara perang raja Roderick pada waktu itu.

Kalau melihat jumlah, sudah pasti akal kita mengatakan bahwa pasukan islam mengantar nyawa kesana atau bahasa lainnya "setor nyawa".

Tapi di sisi lain, Thoriq bin Ziyad mengambil tindakan nekat, yaitu membakar seluruh kapal agar pasukan Islam pada waktu itu fokus pada perang, bukan fokus pada pulang.

Dari cerita di atas, bisa kita ambil sebuah benang merah, yaitu "Terkadang kondisi terdesak, kepepet harus di buat untuk memompa semangat kita untuk terus bertindak dan berjuang habis-habisan".

Ingat… urusan HASIL bukan URUSAN MANUSIA, tapi urusan SANG PENCIPTA MANUSIA….

Mas bro… apakah dengan mencoba kita akan berhasil???

Saya katakan belum tentu.. Bisa jadi dalam mencoba kamu berhasil 100% Bisa juga 50% Atau bahkan 10%

Akan tetapi, apabila kamu tidak pernah MENCOBA sama sekali, maka kamu sudah pasti GAGAL 100%

Dengan mencoba akan memberikan sebuah pengetahuan akan kadar dan kemampuan kamu. Dan dari situlah kamu juga belajar untuk menaikkan dan mempertinggi kadar dan kemampuanmu, karena dengan mencoba, akan memberikan sebuah pengenalan baru pada dirimu dan memberikan cara baru dalam menyelesaikannya.

Sebagian Ulama' bidang adab berkata:

كَفَى مُخْبِرًا عَمَّا بَقِيِ مَا مَضَى وَ كَفَى عِبْرًا لِاُلِي الْاَلْبَابِ مَا جَرَّبُوْا

"Cukuplah sesuatu yang telah berlalu sebagai kabar bagi yang masih belum terlaksana, dan cukuplah sebagai suri tauladan sesuatu yang telah di uji coba oleh orang-orang yang mempunyai akal yang jernih."
Dengan selalu mencoba dan mencoba, itu berarti kita terus dan terus melatih otak kita agar supaya bisa mencari solusi dan jalan keluar sesuai dengan apa yang pernah di alami.

Semakin kita sering mencoba, semakin kita melatih diri, melatih fisik melatih otak dan melatih kepekaan kita terhadap sesuatu yang baru. Ada sebuah syair berbunyi:

أَلَمْ تَرَ اَنَّ الْعَقْلَ زَيْنٌ لِاَهْلِهِ # وَلَكِنْ تَمَامُ الْعَقْلِ طُوْلُ التَّجَارَبِ

"Apakah engkau tidak mengetahui, bahwa sesungguhnya akal laksana perhiyana bagi yang memiliki. Akan tetapi, kesempurnaan akan akan diperoleh dengan lamanya percobaan (selalu dan selalu mencoba)"
Dengan mencoba, kita akan mendapatkan hal baru, dan Hal ini sama dengan pengalaman baru. yaitu mengajarkan cara-cara baru dalam menyelesaikan apa yang sedang dihadapi yang pada akhirnya akan membawa kita pada KEBERHASILAN karena sejatinya KEGAGALAN adalah sebuah PROSES menuju KEBERHASILAN.

Imam syafi'i dalam maqolahnya berkata:

جرّب ولاحظ تكن عارفا

"Cobalah dan perhatikanlah ekses dari apa yang kau coba, niscaya kau jadi orang yang bijaksana".
Bijaksaan dalam hal apa mas bro..??

Dengan mencoba anda akan menjadi lebih bijaksana, bijaksana dalam bertindak, bijaksana dalam mengambil keputusan, bijaksana dalam membuat rencana, bijaksana dalam mengatur dan lain-lain.

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. ~ Dale Carnegie

So… jangan takut untuk mencoba dan mencoba lagi.... tp ingat… bukan coba-coba….

Apa sih mas bro, manfaat dari mencoba…

Saya katakan, banyak sekali… dari uraian di atas bisa kita simpulkan diataranya;

Kamu akan mendapatkan ilmu baru, karena "MENCOBA ADALAH PENGALAMAN", membuat kamu semakin bijaksana dalam melangkah, mendapatkan cara penyelesaian baru, melatih fisik, tenaga, otak. dan lain sebagainya… simpulkan sendiri ya… hehehehe…

Mungkin cukup sekian dulu pembahasan tentang Jangan Pernah takut, Mencoba Adalah Pengalaman, kalau ada kritik dan saran, silahkan ditulis di kolom komentar.
Disqus Comments

NEWSLETTER SIGNUP