Skip to main content

IMAM AHMAD BIN HANBAL DAN TASAWWUF

Imam Ahmad bin Hanbal (ada juga yang menuliskan sesuai dengan bunyi suara, sehingga menjadi Imam Ahmad bin Hambal) Beliau adalah termasuk salah satu seorang imam ahli hadits dan fiqh, mujtahid dan muassis (pendiri) madzhab. Madzhab beliau terkenal dengan sebutan Mazhab Hambali (dinisbatkan kepada Ayahnya)

Sebelum Imam Ahmad bin Hambal berkecimpung dan masuk dalam dunia tasawwuf, Beliau pernah berpesan kepada anaknya yang bernama Abdullah "Wahai anakku, peganglah kepada ahlul hadits, jangan duduk bersama mereka yang menyebut diri mereka sebagai orang-orang sufi, karena tidak sedikit dari mereka yang tidak memahami hukum agama".

Akan tetapi, Ketika Imam Ahmad bertemu dan bergaul serta berdialog dengan seorang sufi besar Imam Abu Hamzah As-Sufi dan mengetahui secara langsung ahwal para sufi, Imam Ahmad kembali menemui putranya da  berkata kepada putranya: "Wahai Anakku, sering-seringlah duduk bersama mereka (kalangan sufi), kita akan semakin banyak tahu ilmu, semakin merasa diawasi oleh Allah, semakin takut kepada Allah dan membuat kita zuhud".

(Sebagaimana ungkapan ini terekam dalam kitab Tanwirul qulub, hal 405, karya Syekh Amin Al Kurdy, wafat tahun 1332 H).

Yang namanya sebuah cerita, apalagi dari seorang tokoh besar, yaitu imam Ahmad bin Hanbal, sebuah pernyataan dalam kitab akan ada yang mengkritik.

Sebagaimana kisah di atas yang terdapat dalam kitab tanwirul qulub, Syekh Musthofa Hamdu 'Ulyan Al Hanbaly dalam kitabnya Al Hanabilah wal ikhtilaf ma'a As Salafiyyah Al Mu'ashiroh, menganggap sang mushonnif kitab tanwirul qulub kurang cermat. Sehingga dalam kitabnya beliau membuat sebuah catatan kaki yang terdapat pada halaman 667, beliau berkata: "Sebenarnya Imam Ahmad sebelum bertemu dengan Imam Abu Hamzah sudah lebih dulu bergaul dengan para sufi besar seperti Al Arif Billah Ma'ruf Al-Karkhy dan Busyr Al-Hafy".

Kurang lebihnya, setelah Imam Ahmad bin hambal bertemu dengan para pembesar Tokoh tasawuf ini, akhirnya Imam Ahmad tertarik dan mendalami tasawwuf.

Sehingga tidak heran jika di kemudian hari banyak para ulama dan pembesar mazhab hanabilah adalah para fuqoha yang sekaligus menjadi ahli sufi. Bahkan dalam kitab As-Sahb disebutkan bahwa lebih dari 100 para ulama terkemuka dari mazhab hanabilah adalah sufi.