Skip to main content

Sejarah Perkembangan Mazhab Imam Syafi'i Di Yaman

Sejarah Perkembangan Mazhab Imam Syafi'i Di Yaman - Imam Syafi'i RA pernah menjadi Qodhi di wilayah Najran, membantu Qodhi yaman Mush'ab bin Abdullah Al Qurosy. Saat itu Imam Syafi'i berusia 30 tahun. Disaat inilah sang Imam mulai menanam mazhabnya yang pada akhirnya tersebarlah mazhab Syafi'i.

Sebelum mazhab Imam Syafi'i, sudah terlebih dahulu masuk ke yaman mazhab Imam Maliki dan Imam Hanafi hingga akhir kurun ketiga Hijriyah sebelum datangnya Imam Al Hady Yahya bin Husein yang kemudian menta'sis/mendirikan daulah Zaidiyyah di yaman. Hingga secara umum penduduk yaman adalah pengikut Syafi'iyyah dan Zaidiyyah.

Imam As Subky RA mengatakan bahwa mayoritas penduduk yaman bermazhab Imam Syafi'i. Tidak ditemukan selain Syafi'iyyah selain sebagian dari kalangan Zaidiyyah.

Tidak adanya pusat study khusus dari kalangan mazhab Hanafi dan mazhab Maliki di yaman, maka penyebaran mazhab Syafi'iyyah dan Zaidiyyah lebih leluasa bergerak dan mudah menjangkau medan dakwah dalam ekspansinya.

Yang lebih menarik dari mazhab Imam syafi'i ini dikalangan penduduk yaman adalah karena Imam Syafi'i RA disamping mempunyai kecerdasan akal yang luar biasa, fasih, kekuatan hujjah, piawai dalam munadzoroh, Imam Syafi'i RA benar-benar menguasai ajaran dua mazhab sebelumnya, yakni Maliki dan Hanafi.


Bagaimana tidak!. Imam Syafi'i RA adalah murid langsung Imam Malik RA (pendiri Mazhab Maliki yang populer dengan Madrosah Ahlul Hadits) dan juga belajar langsung dari Imam Muhammad bin Hasan Asy Syaibany, salah seorang murid Imam Abu Hanifah RA (Madrosah Ahlu Ar Ro'yi).

Imam Syafi'i RA sangat memahami karakter dua mazhab tersebut. Sehingga dalam hujjah-hujjahnya mampu memukau siapapun yang munadzoroh dan mudzakaroh dengan beliau RA.

Mazhab Syafi'i semakin menyebar dan kuat di yaman, hingga ditetapkan sebagai mazhab resmi dalam urusan pemerintahan dan pengadilan yang berlangsung sejak kurun lima Hijriyyah disana.

Diantara deretan fuqoha pertama yang menyebarkan mazhab Imam Syafi'i di yaman adalah Al Allâmah Qosim bin Muhammad bin Abdillah Al Jumhy Al Qurosy (w.437 H) yang menancapkan mazhab Imam syafi'i di tiga wilayah diyaman, yaitu Janad, Shon'a dan 'Adn. Dari sini pula kemudian para ulama syafi'iyyah ikut menyebarkannya ke wilayah lain.

Pusat study mazhab Syafi'i saat itu berdiri dan dikenal dengan Zabida atau Zabid. Dari markaz tarbiyyah dan pengkaderan ulama ini banyak muncul ulama-ulama besar yang akhirnya aktif ikut menyebarkan ajaran mazhab.

Kemudian mazhab syafi'i menyebar ke wilayah Tahamah dibawa oleh para ulama dari bani Aqomah. Di Zabid sendiri ada sebuah madrasah didaerah Sahfanah dibawah asuhan Al 'Allâmah Al jumhy. Dari tangan beliau lahir para ulama besar yang akhirnya ikut mendakwahkan ajaran syafi'iyyah ini keberbagai wilayah selatan yaman seperti Ma'âfir, Lahj, Abyan dan lainnya.

Diantara ulama besar yaman yang paling berjasa dalam penyebaran mazhab adalah Al Allâmah Ja'far bin Abdurrahim Al Muhâby (w.460 H), pengarang kitab Al Jâmi'. Kemudian Al Muhaddits Al Hafidz Abdul malik bin Muhammad bin Abi Maesaroh (w.493). Kemudian Imam Al 'Imrony, pengarang kitab Al Bayan (w.558 H). Kemudian putra Imam al 'Imrony Al 'Allâmah Abu ath Thoyyib bin Yahya Al 'Imrony (w.587 H). Para ulama diatas juga punya pengaruh besar dalam ekspansi mazhab Syafi'i dari Hijaz hingga mesir.

Kitab-kitab yang paling banyak dikaji diyaman era kelima hijriyyah dan sebelumnya adalah kitabnya Imam al Muzanny Asy Syafi'i. Mereka mengambil ushul fiqh dari kitab Ar Risalahnya Imam syafi'i RA. Mereka juga mengkaji karya-karya Al Allâmah Abu at Thoyyib dan Syekh Abu Hamid, Kitab2nya Abu Ali Ath Thobary, Ibnu Al Qoththon, Al Mahamily dan berbagai Syarh Mukhtashor Almuzanny diantaranya adalah Al Furu' karya Al Allâmah Suleim bin Ayyub Ar Rozy.

Sekian pemaparan secara singkat Sejarah Perkembangan Mazhab Imam Syafi'i Di Yaman, Semoga Bermanfaat

by: Mochammad Fuady Abdullah